PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melaporkan kinerja keuangan interim yang impresif per 30 Juni 2026. Emiten yang terafiliasi dengan sosok Haji Isam ini berhasil mencatatkan lonjakan omzet signifikan dan berbalik dari posisi rugi menjadi meraup laba bersih.
Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, penjualan neto atau omzet PACK mencapai Rp 213 miliar pada semester I-2026. Angka ini melonjak drastis sebesar 937% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 20,54 miliar.
Meskipun beban pokok penjualan ikut membengkak menjadi Rp 206,65 miliar dari Rp 17,18 miliar, laba bruto perusahaan tercatat Rp 6,34 miliar, naik dari Rp 3,36 miliar pada semester I-2025. Keberhasilan utama PACK terletak pada laba sebelum pajak yang mencapai Rp 195,82 miliar, ditopang oleh bagian laba bersih dari entitas asosiasi senilai Rp 202,84 miliar.
Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk PACK mencapai Rp 190,73 miliar. Angka ini merupakan pembalikan total dari posisi rugi bersih Rp 14,35 miliar yang dicatatkan pada semester I-2025.
Manajemen PACK menjelaskan bahwa total aset perseroan per 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp 5,26 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp 2,26 triliun atau 76% dibandingkan total aset pada 31 Desember 2025 yang sebesar Rp 2,99 triliun. Kenaikan aset ini terutama didorong oleh uang muka investasi pada entitas asosiasi dan saldo kas di bank.
Sementara itu, total liabilitas perseroan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 73,91 miliar. Terdapat penurunan signifikan sebesar Rp 2,82 triliun atau 97% dibandingkan total liabilitas pada 31 Desember 2025 yang sebesar Rp 2,89 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh pembayaran atas hutang lain-lain terkait investasi perusahaan yang telah direalisasikan.
