Asing Borong Saham Unggulan Meski IHSG Melemah

0
48
Asing Borong Saham Unggulan Meski IHSG Melemah
Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) pada sejumlah saham meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan. Pada penutupan perdagangan Rabu (19/8/2026), IHSG tercatat melemah 55,7 poin atau 0,86% ke level 6.394,1.

Berdasarkan data Stockbit, saham PT Timah Tbk (TINS) menjadi primadona dengan pembelian mencapai Rp 158,8 miliar. Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang mencatat net buy Rp 57,3 miliar, disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy Rp 48,2 miliar.

Secara keseluruhan, terdapat sepuluh saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing pada perdagangan hari itu. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • PT Timah Tbk (TINS): Rp 158,8 miliar
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp 57,3 miliar
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 48,2 miliar
  • PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL): Rp 23,9 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp 13,1 miliar
  • PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB): Rp 10,8 miliar
  • PT Arkora Hydro Tbk (ARKO): Rp 10,5 miliar
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Rp 10,4 miliar
  • PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS): Rp 9,6 miliar
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 9,2 miliar

Investor asing membukukan transaksi beli bersih di seluruh pasar pada Rabu (19/8/2026) dengan total mencapai Rp 933,5 miliar. Meskipun demikian, tercatat adanya net sell asing di pasar reguler sebesar Rp 488,4 miliar. Namun, hal ini diimbangi oleh net buy di pasar negosiasi dan tunai yang mencapai Rp 1,42 triliun.

Di tengah aksi borong saham oleh investor asing tersebut, IHSG ditutup melemah 55,7 poin (0,86%) ke level 6.394,1. Perdagangan kemarin menyaksikan pergerakan 238 saham yang menguat, sementara 363 saham melemah, dan 188 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 14,06 triliun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini