Beranda News Puan: TNI Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman, Termasuk Serangan Siber

Puan: TNI Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman, Termasuk Serangan Siber

0
57



Pada perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berlangsung di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani memberikan pernyataan penting terkait tantangan dan tuntutan modernisasi pertahanan negara. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa TNI harus mampu meningkatkan kemampuan teknologi untuk menghadapi ancaman baru seperti serangan siber.

Puan menyatakan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan global telah membawa tantangan baru bagi sistem pertahanan nasional. Ia menilai bahwa TNI tidak hanya perlu memiliki alutsista canggih, tetapi juga memperkuat kapasitas dalam menghadapi ancaman siber. “Pembangunan postur pertahanan militer dengan pemilihan alutsista yang canggih harus sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Selain itu, Puan menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertahanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel atau tingkat modernitas alutsista. Namun, lebih pada kemampuan TNI untuk beradaptasi dengan tantangan zaman, membangun profesionalisme, serta menjaga kepercayaan rakyat. Tema perayaan HUT ke-80 TNI kali ini, yaitu “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”, mencerminkan prinsip tersebut.

Puan juga menyoroti pentingnya penguatan industri pertahanan dalam negeri. Menurutnya, kemandirian alutsista dan peningkatan kesejahteraan prajurit harus menjadi prioritas nyata, bukan sekadar slogan. Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu memastikan kebijakan pertahanan nasional berjalan secara berkelanjutan dan berbasis riset, dengan fokus pada kepentingan jangka panjang bangsa.

Di sisi lain, Puan menegaskan komitmen DPR dalam mendukung modernisasi TNI secara transparan dan akuntabel. Menurutnya, penguatan TNI tidak boleh dilepaskan dari misi utama pertahanan rakyat semesta. Setiap kebijakan pertahanan harus memberi dampak langsung terhadap rasa aman dan kesejahteraan masyarakat.

Peringatan HUT ke-80 TNI turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Ia didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta seluruh kepala staf angkatan. Puan Maharani juga hadir dalam acara tersebut, bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Beberapa tamu undangan lainnya termasuk mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan wakil presiden seperti Try Sutrisno, Jusuf Kalla, Budiono, dan Ma’ruf Amin. Hadir pula Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat Ahmad Muzani.

Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan lintas partai dan lembaga terhadap TNI dalam menjalankan tugasnya sebagai pengemban kedaulatan dan keamanan negara. Selain itu, acara ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi antara TNI dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah.

Puan Maharani menekankan bahwa TNI harus terus berinovasi dan berkembang agar bisa menjawab tantangan masa depan. Dengan kekuatan teknologi yang memadai, sumber daya manusia yang andal, dan kebijakan yang berkelanjutan, TNI akan menjadi tulang punggung pertahanan negara yang tangguh dan profesional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini