Beranda News Puluhan Orangtua dan Siswa SD Demo DPRD Deli Serdang, Tolak Penutupan Sekolah

Puluhan Orangtua dan Siswa SD Demo DPRD Deli Serdang, Tolak Penutupan Sekolah

0
126

Wali Murid Protes Pemindahan Sekolah

Puluhan wali murid dari SD Negeri 101778 Desa Medan Estate Kecamatan Percut Seituan melakukan aksi protes ke kantor DPRD Deli Serdang, Rabu (8/10/2025). Mereka datang bersama anak-anaknya dan membawa poster serta spanduk yang isinya menyatakan penolakan terhadap rencana penutupan sekolah mereka.

Massa menilai bahwa kebijakan ini akan menyebabkan anak-anak mereka dipindahkan ke sekolah lain. Menurut informasi yang diperoleh dari kepala sekolah, SDN 101778 akan ditutup pada akhir desember mendatang. Hal ini membuat wali murid merasa tidak puas dan khawatir dengan dampak yang akan terjadi.

“Jarak yang jauh dan biaya tambahan menjadi alasan utama kami menolak,” ujar Elvan, salah satu wali murid. Ia menyebutkan bahwa lokasi baru sekolah yang direncanakan berada di Lau Dendang, sekitar 3 km dari tempat saat ini. Jarak tersebut dinilai memberatkan para siswa dan orang tua.

Saat tiba di kantor DPRD, perwakilan massa diterima oleh Ketua Komisi I, Merry Sitepu. Dalam pertemuan tersebut, wali murid menyampaikan berbagai keluhan mereka, termasuk ketidakpuasan terhadap rencana penutupan sekolah yang telah berdiri bertahun-tahun.

Merry Sitepu menjanjikan untuk memanggil Dinas Pendidikan dalam waktu dekat. Permasalahan ini akan dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) agar dapat dicari solusi yang terbaik bagi semua pihak. Setelah aksi di kantor DPRD, para wali murid juga melanjutkan protes mereka ke kantor Bupati Deli Serdang.

Mereka berharap bupati, dr Asri Ludin Tambunan, dapat memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pendidikan Deli Serdang, Samsuar Sinaga, mengakui adanya rencana untuk memindahkan siswa-siswa SDN 101778.

Menurut Samsuar, kebijakan ini merupakan bagian dari regrouping atau penggabungan sekolah-sekolah. Alasannya adalah jumlah siswa yang semakin sedikit. “Dulu ada tiga SD di sekitar situ dan satu sudah ditutup sekitar tiga tahun lalu karena tidak ada muridnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini hanya tersisa dua sekolah dan kebijakan regrouping dilakukan demi efisiensi dan efektivitas. “Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan mencegah anak-anak terlantar,” tambah Samsuar.

Meskipun jarak antara sekolah awal dan lokasi baru sekitar 3 km, Samsuar mengklaim bahwa kebijakan ini dilakukan demi kebaikan siswa. Ia juga menyebutkan bahwa beberapa sekolah lain di Deli Serdang juga mengalami hal serupa.

“Kami akan ratakan guru-guru dan pemerataan tempat akan dilakukan secara bertahap,” katanya. Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah untuk memastikan semua siswa mendapatkan layanan pendidikan yang baik dan merata.




TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini