Rekomendasi Saham Jumat Ini: INET, BUMI, dan SSIA Berpotensi Menguat

0
7
Rekomendasi Saham Jumat Ini: INET, BUMI, dan SSIA Berpotensi Menguat
Ilustrasi IHSG Sumber; Antara

JAKARTA – BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk diperdagangkan pada Jumat, 21 Agustus 2026, yaitu PT Internet Access Nusantara (INET), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Rekomendasi ini didasarkan pada analisis pergerakan harga dan kinerja finansial terkini.

Saham INET menunjukkan potensi penguatan setelah berhasil menembus level resistance 254 dan 296 dengan lonjakan volume perdagangan. Indikator MACD juga menunjukkan tren bullish, mengindikasikan momentum yang dapat berlanjut menuju target harga 318-332. Kinerja INET pada paruh kedua awal 2026 diproyeksikan meningkat berkat bisnis infrastruktur kabel laut Jakarta-Singapura dan ekspansi jaringan fiber optik.

Sementara itu, saham BUMI membentuk pola ascending triangle dan berhasil menguji level resistance 190. Posisi harga yang berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) serta MACD yang masih positif mendukung potensi kenaikan lebih lanjut jika mampu menembus 190, dengan target 196-204. Kinerja BUMI pada kuartal II-2026 mencatat laba bersih Rp 1,01 triliun, melonjak dari Rp 331,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Saham SSIA juga menunjukkan performa positif dengan berhasil menembus area konsolidasi 1.720 disertai peningkatan volume. Posisi harga di atas MA20 dan penguatan MACD mengindikasikan potensi kenaikan berlanjut menuju 1.778-1.870. Kinerja keuangan SSIA pada kuartal II-2026 membukukan laba bersih Rp 262,6 miliar, berbalik positif dibandingkan kerugian Rp 32,3 miliar pada kuartal II-2025.

Prediksi IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,68% ke level 6.501,5 pada perdagangan sebelumnya. Penguatan ini ditopang oleh saham-saham komoditas dan tambang, penguatan rupiah terhadap dolar AS hingga level Rp 17.740, serta aliran masuk bersih (net buy) asing senilai Rp 733 miliar. Sentimen domestik juga didukung oleh keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di 5,75%.

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpeluang menguat dengan level support di 6.440 dan resistance di kisaran 6.515–6.550. Penembusan level 6.440 akan menjaga struktur bullish, meskipun aksi ambil untung (profit taking) tetap perlu diwaspadai pasca kenaikan signifikan.

Dari pasar global, yield US Treasury 10 tahun turun 7 basis poin ke 4,64% dan indeks dolar AS (DXY) melemah 0,9% ke 98,8. Hal ini dipicu oleh peningkatan program pembelian kembali (buyback) obligasi tenor panjang oleh Treasury AS, yang memberikan ruang bagi aset berisiko dan pasar negara berkembang (emerging markets).

Namun, risko kenaikan suku bunga masih terindikasi dari risalah rapat FOMC. Harga minyak Brent juga naik ke sekitar US$ 93,7 per barel akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Di sisi lain, penguatan rupiah sebesar 2,4% dari level terlemah Rp 18.190 per dolar AS menjadi katalis positif bagi IHSG.

Perdagangan di bursa Wall Street kemarin ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average turun 1,32% ke level 52.759,2, S&P 500 melemah 0,87% ke 7.641,1, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1% menjadi 26.067,1.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini