Robot “Robocop” Canggih Awasi Lalu Lintas di China, Ini Kemampuannya

0
5
Robot "Robocop" Canggih Awasi Lalu Lintas di China, Ini Kemampuannya
Sebuah robot petugas dengan nomor lencana Intelligent Police Unit R001 terlihat di sebuah jalan di Wuhu, Provinsi Anhui, China. (Foto: Xinhua)

Di sebuah persimpangan yang ramai di Hangzhou, China timur, sebuah robot setinggi 1,88 meter telah diperkenalkan untuk membantu mengatur lalu lintas. Robot bernama T2 ini, meskipun tidak memiliki kemampuan seperti “RoboCop” dalam film fiksi ilmiah, mampu mendeteksi pengendara sepeda listrik yang tidak mengenakan helm dan memberikan teguran secara sopan.

Dikembangkan oleh perusahaan teknologi lokal, SUPCON Information, robot T2 memiliki bobot 98 kilogram dan merupakan bagian dari proyek uji coba untuk mengalihkan tugas pengawasan lalu lintas yang repetitif dari polisi ke mesin. Robot ini dilengkapi kamera, radar, dan sistem komputasi internal untuk mengidentifikasi berbagai pelanggaran, termasuk pengendara tanpa helm, sepeda listrik berboncengan, kendaraan yang melebihi garis batas, serta pejalan kaki yang menyeberang saat lampu merah.

Inovasi ini mencerminkan dorongan agresif industri teknologi China untuk mengaplikasikan robotika dalam pekerjaan praktis di dunia nyata. Selain tugas pengawasan, robot T2 juga dapat menjawab pertanyaan warga mengenai petunjuk arah, lokasi parkir, dan aturan lalu lintas. Robot ini bahkan memiliki fungsi darurat yang dapat menghubungkan pengguna langsung dengan kepolisian setempat.

Menurut Cao Hui, Kepala Pusat Inovasi Sistem Otomatis Cerdas SUPCON, lengan robot yang memiliki tujuh engsel dapat menirukan gerakan standar polisi lalu lintas secara presisi dan terintegrasi dengan sinyal lampu jalan. Sejak Mei lalu, SUPCON telah mengoperasikan 15 unit robot di Hangzhou, yang diklaim telah mengeluarkan lebih dari 170.000 teguran dan membantu menekan angka pelanggaran lebih dari 40% per bulan.

Bekerja Tanpa Lelah di Berbagai Kondisi

SUPCON telah menguji robot T2 selama ribuan jam dalam berbagai kondisi, mulai dari kawasan wisata, area sekolah, distrik bisnis, hingga di tengah kemacetan jam sibuk dan cuaca buruk. Meskipun performa kamera dan radar berpotensi dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem seperti terik matahari, hujan deras, atau suhu ekstrem, tingkat akurasi deteksi pelanggaran robot ini dilaporkan telah mencapai lebih dari 95%.

Cao menegaskan bahwa tujuan utama inovasi ini adalah mengedukasi masyarakat melalui teguran langsung di lokasi sebelum pelanggaran menjadi kebiasaan. “Robot ini tidak bisa lelah. Ia mampu bekerja secara stabil dalam jangka waktu yang lama,” tuturnya.

Robot ini beroperasi secara otonom mulai pukul 07.00 hingga 18.00 waktu setempat, bergerak di antara titik-titik persimpangan yang telah ditentukan tanpa perlu dikendalikan jarak jauh. Petugas polisi lalu lintas dapat memantau dan mengatur pergerakannya melalui platform pusat. Saat ini, SUPCON menempatkan sekitar 50 unit robot serupa di delapan kota di tiga provinsi China, dengan target penempatan mendekati 200 unit pada akhir tahun.

Potensi Ekspor dan Tantangan Regulasi

Perusahaan robotika AiMOGA, yang didukung oleh pabrikan otomotif Chery, melihat potensi besar untuk mengekspor robot polisi ke pasar internasional, terutama untuk negara dengan kondisi cuaca ekstrem. Namun, Eksekutif AiMOGA Zhang Guibing mengakui bahwa penerapan robot polisi di luar negeri lebih rumit daripada sekadar mengimpor mobil.

Menurut Zhang, robot polisi harus disesuaikan dengan sistem TI penegak hukum setempat, memperoleh berbagai sertifikasi teknis, serta mematuhi regulasi perlindungan data pribadi yang ketat, mengingat perangkat ini dilengkapi kamera dan sensor perekam. Penggunaan robot lalu lintas di Hangzhou merupakan bagian dari strategi besar China dalam mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (AI) dan otomatisasi ke dalam sektor pelayanan publik. Hangzhou, sebagai salah satu pusat teknologi utama China, sering menjadi laboratorium uji coba untuk penerapan kota cerdas.

Dengan pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik dan sepeda listrik di wilayah perkotaan China, beban kerja kepolisian dalam menjaga ketertiban jalan raya semakin meningkat. Penggunaan robot otonom diharapkan tidak hanya membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas, tetapi juga mengoptimalkan efisiensi anggaran daerah dengan mengalihkan beban kerja rutin dari personel manusia ke teknologi mesin secara berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini