Robot “Robocop” Canggih Atur Lalu Lintas di China, Pantau Pelanggaran Tanpa Lelah

0
7
Robot "Robocop" Canggih Atur Lalu Lintas di China, Pantau Pelanggaran Tanpa Lelah
Sebuah robot petugas dengan nomor lencana Intelligent Police Unit R001 terlihat di sebuah jalan di Wuhu, Provinsi Anhui, China. (Foto: Xinhua)

HANGZHOU – Sebuah persimpangan jalan yang ramai di Hangzhou, China timur, kini dijaga oleh robot pengatur lalu lintas setinggi 1,88 meter. Berbeda dari karakter “RoboCop” dalam film fiksi ilmiah, robot ini tidak dipersenjatai dan tidak memiliki wewenang penangkapan. Namun, ia mampu mendeteksi pengendara sepeda listrik yang tidak mengenakan helm, memberikan teguran sopan, dan menggerakkan lengan mekanisnya selaras dengan lampu lalu lintas.

Robot yang diberi nama T2 ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi lokal, SUPCON Information. Dengan bobot 98 kilogram, T2 merupakan bagian dari proyek uji coba yang bertujuan mengalihkan tugas pengawasan lalu lintas yang repetitif dari polisi ke mesin. Kehadirannya mencerminkan dorongan agresif industri China untuk mengintegrasikan teknologi robotika ke dalam aplikasi praktis di dunia nyata.

Kepala Pusat Inovasi Sistem Otomatis Cerdas SUPCON, Cao Hui, menjelaskan bahwa robot T2 menggunakan kombinasi kamera, radar, dan sistem komputasi internal untuk mengidentifikasi berbagai jenis pelanggaran. Ini termasuk pengendara tanpa helm, sepeda listrik yang membawa penumpang melebihi kapasitas, kendaraan yang melanggar batas garis berhenti, hingga pejalan kaki yang menyeberang saat lampu merah.

Selain fungsi pengawasan, robot T2 juga dapat menjawab pertanyaan warga mengenai petunjuk arah, lokasi parkir, dan aturan lalu lintas. Robot ini bahkan dilengkapi fungsi darurat yang dapat menghubungkan pengguna secara langsung dengan kepolisian setempat. “Lengan berengsel tujuh milik robot ini dapat menirukan gerakan standar polisi lalu lintas secara presisi dan terintegrasi dengan sinyal lampu jalan,” ujar Cao.

Sejak Mei lalu, SUPCON telah mengoperasikan 15 unit robot di Hangzhou. Perusahaan mengklaim robot-robot tersebut telah mengeluarkan lebih dari 170.000 teguran dan berkontribusi pada penurunan angka pelanggaran, seperti tidak memakai helm dan menerobos garis stop, hingga lebih dari 40% per bulan.

Bekerja Tanpa Lelah di Berbagai Kondisi

SUPCON telah melakukan pengujian robot T2 selama ribuan jam di berbagai lokasi strategis, termasuk kawasan wisata, area sekolah, distrik bisnis, serta di tengah kemacetan jam sibuk dan kondisi cuaca buruk. Meskipun performa kamera dan radar berpotensi dipengaruhi oleh terik matahari, hujan deras, atau suhu ekstrem, SUPCON menyatakan tingkat akurasi deteksi pelanggaran robotnya telah mencapai lebih dari 95%.

Cao menegaskan bahwa tujuan utama inovasi ini adalah untuk mengedukasi masyarakat melalui teguran langsung di lokasi sebelum pelanggaran menjadi kebiasaan. “Robot ini tidak bisa lelah. Ia mampu bekerja secara stabil dalam jangka waktu yang lama,” tuturnya.

Robot ini beroperasi secara otonom mulai pukul 07.00 hingga 18.00 waktu setempat, bergerak di antara titik-titik persimpangan yang telah ditentukan tanpa perlu kendali jarak jauh. Petugas polisi lalu lintas dapat memantau dan mengatur pergerakannya melalui platform pusat.

Saat ini, SUPCON melaporkan ada sekitar 50 unit robot serupa yang telah beroperasi di delapan kota di tiga provinsi China. Perusahaan menargetkan jumlah penempatan robot ini dapat mendekati 200 unit pada akhir tahun.

Potensi Ekspor dan Tantangan Regulasi

Melihat keberhasilan ini, perusahaan robotika AiMOGA, yang didukung oleh pabrikan otomotif Chery, melihat adanya potensi besar untuk mengekspor robot polisi ke pasar internasional. Robot ini dinilai sangat cocok untuk negara dengan kondisi cuaca ekstrem di jalan raya, seperti suhu tinggi di Timur Tengah atau musim hujan berkepanjangan di Asia Tenggara.

Namun, Eksekutif AiMOGA, Zhang Guibing, mengakui bahwa menerapkan robot polisi di luar negeri jauh lebih rumit daripada sekadar mengimpor mobil. Menurut Zhang, robot polisi harus disesuaikan dengan sistem TI penegak hukum setempat, memperoleh berbagai sertifikasi teknis, serta mematuhi regulasi perlindungan data pribadi yang ketat, terutama karena perangkat ini dilengkapi kamera dan sensor perekam.

Penggunaan robot lalu lintas di Hangzhou merupakan bagian dari strategi besar China dalam mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dan otomatisasi ke dalam sektor pelayanan publik. Sebagai salah satu pusat teknologi utama China, Hangzhou seringkali menjadi laboratorium uji coba (sandbox) bagi penerapan kota cerdas (smart city).

Di tengah pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik dan sepeda listrik di wilayah perkotaan China, beban kerja kepolisian dalam menjaga ketertiban jalan raya semakin meningkat. Penggunaan robot otonom diharapkan tidak hanya membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas, tetapi juga mengoptimalkan efisiensi anggaran daerah dengan mengalihkan beban kerja rutin dari personel manusia ke teknologi mesin secara berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini