Saham BBRI Berbalik Positif, Investor Asing Catat Net Buy Rp 292 Miliar

0
8
Saham BBRI Berbalik Positif, Investor Asing Catat Net Buy Rp 292 Miliar
Kantor PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI. (Foto: BBRI)

JAKARTA – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menunjukkan pergerakan positif dengan mencatatkan pembelian bersih (net buy) oleh investor asing senilai Rp 292,17 miliar pada perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026. Lonjakan ini turut mendorong harga saham BBRI naik 1,95% ke level Rp 3.140.

Perdagangan saham BBRI pada hari itu melibatkan 156,12 juta lembar saham dengan frekuensi sebanyak 22.635 kali, menghasilkan nilai transaksi total Rp 488,44 miliar. Pergerakan positif ini merupakan pembalikan arah setelah dua hari bursa sebelumnya mencatat penjualan bersih (net sell) oleh investor asing, yang sempat menekan harga saham BBRI turun 1,28% pada 18 Agustus 2026.

Saham BBRI menjadi pilihan kedua investor asing pada Kamis kemarin, di bawah saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang mencatat net buy Rp 408,1 miliar. CGS International Sekuritas memperkirakan saham BBRI berpotensi menguat pada Jumat, 21 Agustus 2026, dengan level resistance pertama di 3.157 dan kedua di 3.173. Namun, risiko penurunan juga terbuka dengan support pertama di 3.107 dan kedua di 3.073.

Sebelumnya, JP Morgan telah memberikan pandangan positif terhadap saham BBRI, menyoroti perbaikan signifikan. Riset JP Morgan menyebutkan bahwa bisnis kredit mikro yang kuat pada BBRI memungkinkan perseroan meraup profitabilitas besar. Meskipun sempat mengalami hambatan akibat pemburukan aset, masalah tersebut kini mulai diperbaiki seiring dengan perbaikan internal dan dukungan program pemerintah yang menyasar masyarakat bawah.

JP Morgan memprediksi konsensus pasar akan segera merevisi proyeksi kinerja keuangan BBRI. Valuasi saham BBRI yang masih tergolong murah diprediksi menjadi katalis kuat untuk reli sahamnya. JP Morgan bahkan meng-upgrade rekomendasi saham BBRI menjadi ‘overweight’ dengan target harga Rp 3.400. Target ini didasarkan pada Price to Book Value (PBV) wajar 1,2 kali, Return on Equity (ROE) 17,4%, risk-free rate 7%, biaya modal 15,4%, dan terminal growth rate 7%.

Sementara itu, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham BBRI dengan target harga berbasis Gordon Growth Model (GGM) sebesar Rp 4.010. Target harga ini setara dengan P/B 1,8 kali untuk proyeksi 2026. Saat ini, saham BBRI diperdagangkan pada valuasi yang sangat murah, yakni P/B 2026 sebesar 1,2 kali, sedikit di bawah level -2 standar deviasi (-2SD) yang berada di 1,5 kali.

Potensi katalis positif bagi saham BBRI meliputi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari ekspektasi, disertai penyesuaian imbal hasil kredit secara moderat yang dapat membantu Net Interest Margin (NIM) melampaui panduan 2026. Selain itu, potensi Cost of Credit (CoC) yang lebih rendah dari perkiraan seiring perbaikan kualitas aset akan menjadi faktor penting bagi pertumbuhan laba BRI pada 2026. Potensi pendapatan non-bunga yang lebih kuat juga dapat menjadi katalis utama bagi pertumbuhan Pre-Provision Operating Profit (PPOP).

Risiko utama yang perlu diwaspadai antara lain pertumbuhan kredit yang lebih lemah dari perkiraan, rasio biaya terhadap pendapatan yang lebih tinggi dari estimasi, serta kenaikan pencadangan yang jauh lebih besar. Sentimen negatif domestik yang berlanjut dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga berpotensi terus menekan sentimen pasar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini