Saham BUMI Menguat Didorong Optimisme Kinerja Emas dan Batu Bara

0
8
Saham BUMI Menguat Didorong Optimisme Kinerja Emas dan Batu Bara
Kegiatan usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: BUMI)

JAKARTA – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami lonjakan signifikan pada sesi I perdagangan Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 10.36 WIB, naik 6,32% ke level Rp 202. Perdagangan saham berkode BUMI mencatat volume 3,67 miliar lembar dengan frekuensi 48.500 kali, menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp 718 miliar.

Kenaikan harga saham BUMI didorong oleh aksi beli investor yang signifikan. Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan, Bumi Resources membukukan *net buy* Rp 273 miliar, menjadikannya saham dengan *net buy* tertinggi pada hari itu. Penguatan saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini juga telah terlihat pada perdagangan Kamis (20/8/2026), di mana sahamnya menguat 4,40% dengan nilai transaksi Rp 666,31 miliar dan *net buy* investor asing sebesar Rp 59,84 miliar.

BRI Danareksa Sekuritas dalam catatannya untuk perdagangan Jumat (21/8/2026) memproyeksikan target terdekat saham BUMI berada di kisaran harga Rp 196 hingga Rp 204. Selain itu, saham Bumi Resources (BUMI) dipastikan tetap aman dalam MSCI Global Small Cap Index Indonesia, sebagaimana tercermin dari pengumuman hasil tinjauan indeks MSCI untuk periode Agustus 2026 yang tidak mengeluarkan BUMI dari indeks tersebut.

“BUMI jika mampu *breakout* 190, saham berpotensi melanjutkan penguatan menuju 196-204,” tulis BRI Danareksa Sekuritas pada Jumat (21/8/2026).

Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan kinerja PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan semakin kuat pada kuartal III-2026 hingga akhir tahun, dengan target harga saham yang dipatok tinggi. Prospek positif ini ditopang oleh peningkatan produksi emas Wolfram, pemulihan laba PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), serta potensi penurunan biaya tunai seiring meredanya harga bahan bakar.

“Selain bisnis emas, prospek batu bara BUMI mendapat katalis dari potensi kenaikan harga akibat El Nino, sementara volume produksi relatif terlindungi melalui penggunaan *conveyor belt*,” tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Rabu (12/8/2026).

Samuel Sekuritas menilai, transformasi operasional Bumi Resources berjalan melalui dua jalur utama. Pertama, ekspansi bisnis emas melalui akuisisi Wolfram yang mulai berproduksi pada akhir Mei 2026, serta Loyal Metal Mining yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Kedua, prospek kinerja bisnis batu bara yang lebih kuat seiring potensi kenaikan harga akibat El Nino, dengan penggunaan *conveyor belt* yang diperkirakan membantu menjaga ketahanan operasional.

Pada bisnis emas, Samuel Sekuritas memperkirakan produksi Wolfram meningkat seiring membaiknya kadar bijih yang masuk ke fasilitas pengolahan. Peningkatan ini terjadi saat sumber material beralih dari persediaan bijih (*stockpile*) ke bijih hasil penambangan. Produksi Wolfram masih berada di jalur untuk mencapai target produksi setara tembaga sebanyak 15 kiloton (kt) atau 15 ribu ton pada 2026. Sementara itu, proses akuisisi Loyal Metal Mining terus berjalan menuju penyelesaian pada Agustus 2026, yang masih bergantung pada persetujuan pemegang saham.

Samuel Sekuritas memperkirakan kinerja BUMI pada kuartal-kuartal berikutnya menguat karena tiga faktor utama. Selain peningkatan produksi dan membaiknya kadar emas Wolfram, pemulihan laba BRMS diperkirakan turut menjadi pendorong, meskipun harga emas rata-rata berjalan pada kuartal III (*month to date*/mtd) berada pada level lebih rendah, yakni US$ 4.076 per ons (oz). Faktor berikutnya adalah potensi penurunan biaya tunai dalam beberapa kuartal mendatang seiring meredanya harga bahan bakar, yang berpotensi mengurangi tekanan terhadap margin BUMI.

Prospek positif ini sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan pada kuartal II-2026. Pendapatan BUMI mencapai US$ 449 juta, tumbuh 7,5% dibandingkan kuartal sebelumnya (*quarter on quarter*/qoq) atau melonjak 36,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (*year on year*/yoy). Secara kumulatif, penjualan BUMI pada semester I-2026 mencapai US$ 867 juta atau meningkat 27,9% yoy. Realisasi ini mencapai 46,3% dari target Samuel Sekuritas dan 54,8% dari estimasi konsensus, berada di bawah target Samuel Sekuritas namun sejalan dengan konsensus.

Penguatan pendapatan pada kuartal II-2026 ditopang oleh kenaikan volume batu bara Arutmin sebesar 29,6% yoy. Harga jual rata-rata (*average selling price*/ASP) juga meningkat 17,5% yoy pada periode yang sama.

Target Harga Tinggi

Di sisi laba, BUMI masih menghadapi tekanan margin akibat kenaikan harga bahan bakar. Kondisi ini mendorong biaya penambangan menjadi US$ 8,3 per juta *bank cubic meter* (mbcm), meningkat 18,3% qoq atau 64,6% yoy. Meskipun demikian, BUMI membukukan laba bersih kuartal II-2026 sebesar US$ 35 juta, melonjak 43,7% qoq atau 1.266,2% yoy. Secara kumulatif, laba bersih BUMI pada semester I-2026 mencapai US$ 59 juta, setara 47,3% dari estimasi Samuel Sekuritas dan 47,8% dari estimasi konsensus, sehingga dinilai sejalan dengan proyeksi.

Dari sisi operasional, penjualan batu bara BUMI pada kuartal II-2026 meningkat menjadi 19,8 juta ton atau tumbuh 3,1% qoq. Kenaikan ini didorong oleh volume yang lebih kuat dari Arutmin dan Kaltim Prima Coal (KPC). ASP batu bara BUMI juga melonjak menjadi US$ 67,1 per ton atau meningkat 14,5% qoq.

Wolfram mulai beroperasi pada akhir Mei 2026 dengan kadar awal emas sebesar 0,78 gram per ton (g/t) dari pengolahan *stockpile*. Sementara itu, harga emas rata-rata pada kuartal II-2026 sebesar US$ 4.507 per metrik ton (MT).

Di tengah prospek positif tersebut, Samuel Sekuritas mencatat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kemungkinan pelemahan harga batu bara dalam jangka pendek sebelum dampak El Nino muncul, menyusul penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada Juli 2026. Risiko lainnya berasal dari potensi keterlambatan eksekusi akuisisi yang tengah dijalankan BUMI, peningkatan produksi Wolfram yang lebih lambat dari perkiraan, serta penurunan harga emas yang dapat memberikan tekanan terhadap prospek perseroan.

Meski terdapat sejumlah risiko, Samuel Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham Bumi Resources (BUMI) dengan target harga yang tinggi sebesar Rp 300. Target harga ini didasarkan pada metode valuasi *sum of the parts* (SOTP), yakni pendekatan yang menghitung nilai perusahaan berdasarkan penjumlahan nilai masing-masing unit bisnis atau aset.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini