Teguh Aprianto Meragukan Identitas WFT sebagai Bjorka
Pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, menyampaikan keraguan terhadap identitas WFT, seorang pria berusia 22 tahun yang mengaku sebagai tokoh peretas Bjorka. Menurut Teguh, WFT bukanlah sosok asli Bjorka yang sempat viral beberapa tahun lalu.
Melalui akun X miliknya @secgron, Teguh menyatakan bahwa WFT hanya seorang individu yang mengaku sebagai Bjorka dan sering kali mengunggah ulang unggahan orang lain di platform tersebut. Dalam wawancara dengan media, ia menjelaskan bahwa referensi yang digunakan oleh polisi dalam penangkapan WFT berasal dari DarkForums dengan nickname Skywave.
Teguh melakukan penelusuran dan menemukan bahwa akun Skywave pernah menggunakan nickname orang lain untuk mengaku-ngaku. Salah satu contohnya adalah ketika akun tersebut mengklaim dirinya sebagai Bjorka. Bukti yang ditunjukkan oleh Teguh adalah unggahan akun X @bjorkanesiaaa pada 5 Februari lalu. Pada unggahan tersebut, akun itu menyatakan bahwa Bank BSI dan BCA menjadi target kelompok ransomware, serta mungkin akan menargetkan semua bank di Indonesia.
Selain itu, Teguh juga menemukan bahwa akun Skywave pernah mengunggah ulang unggahan dari pelaku ancaman bernama black. Pelaku ini mengklaim memiliki banyak data akun bank BCA. Namun, data tersebut tidak berasal langsung dari BCA, melainkan dari perangkat pengguna yang menjadi korban stealer atau malware. Data yang dicuri termasuk username, password, dan cookies.
“Dia pernah mengunggah ulang dari utas milik pelaku ancaman black di BreachForums ke DarkForums menggunakan nama SkyWave dengan data yang sama,” ujarnya.
Dari pantauan di Instagram, akun @bjorkanism mengunggah story yang menyatakan bahwa pemilik akun masih bebas. Dalam unggahan selanjutnya, akun tersebut sesumbar dengan mengunggah sekilas data milik Badan Gizi Nasional (BGN) disertai emoticon jari tengah.
Sebelumnya, Bjorka diduga pernah meretas dan menjual data dari berbagai instansi di Indonesia ke pasar gelap. Pada Kamis kemarin, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengumumkan bahwa WFT, pemilik akun @bjorkanesiaaa, memiliki 4,9 juta data nasabah bank.
Motif WFT melakukan peretasan diduga karena alasan ekonomi, yaitu untuk memeras korban. Namun, hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan apakah WFT adalah orang yang sama yang meretas data 1,3 miliar kartu SIM, data pengguna IndiHome, hingga data Komisi Pemilihan Umum (KPU).



