
Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan telah menimbulkan gangguan signifikan terhadap operasional penerbangan. Sejumlah bandara melaporkan pembatalan dan keterlambatan penerbangan, berdampak pada ribuan penumpang yang melakukan perjalanan udara.
Bandara Singkawang di Kalimantan Barat menjadi salah satu yang terdampak parah. Jarak pandang yang menurun drastis akibat kabut asap menyebabkan pembatalan sejumlah jadwal penerbangan. Pada 16 Agustus, penerbangan TransNusa rute Jakarta-Singkawang dan sebaliknya terganggu, memengaruhi total 327 penumpang. Maskapai Super Air Jet juga mengalami dampak serupa, dengan pembatalan yang berdampak pada 267 penumpang pada hari yang sama.
Situasi memburuk pada 18 Agustus ketika jarak pandang hanya mencapai 2.000 meter. TransNusa kembali melaporkan pembatalan yang memengaruhi 348 penumpang, sementara Super Air Jet terdampak dengan 360 penumpang yang jadwalnya dibatalkan.
Meskipun jarak pandang sedikit membaik pada 19 Agustus menjadi sekitar 2.500 meter, pembatalan penerbangan masih terjadi. TransNusa membatalkan penerbangan yang berdampak pada 329 penumpang, dan Super Air Jet membatalkan penerbangan yang memengaruhi 360 penumpang.
Menanggapi situasi ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memantau perkembangan asap dan dampaknya. Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, menyatakan bahwa keselamatan penerbangan adalah prioritas utama. Jarak pandang di bawah batas operasional yang dipersyaratkan dapat mengakibatkan penundaan, pengalihan, atau pembatalan penerbangan.
“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Lukman.
Penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan di Bandara Singkawang dilaporkan mendapatkan penanganan berupa pengembalian dana penuh atau perubahan jadwal penerbangan gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan masing-masing maskapai.
Selain di Kalimantan Barat, Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, juga mengalami dampak asap yang menyebabkan keterlambatan sejumlah penerbangan NAM Air. Jadwal penerbangan dari dan menuju Pangkalan Bun mengalami penyesuaian waktu keberangkatan yang cukup signifikan.
Kemenhub juga tengah melakukan pemantauan intensif di berbagai bandara lain di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara untuk mengantisipasi potensi dampak asap lebih lanjut terhadap aktivitas penerbangan.
Lukman mengimbau seluruh masyarakat yang memiliki rencana perjalanan dari dan menuju wilayah yang terdampak asap untuk selalu memperhatikan informasi terbaru yang disampaikan oleh maskapai dan pengelola bandar udara. Ia juga meminta penumpang untuk mengikuti arahan petugas di lapangan jika terjadi penyesuaian jadwal penerbangan.