JAKARTA – Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) Bittime menargetkan pertumbuhan volume perdagangan Bittime Futures hingga 10 kali lipat pada tahun pertama sejak produk derivatif tersebut diluncurkan. Target ambisius ini didorong oleh besarnya peluang pasar futures di Indonesia seiring meningkatnya jumlah investor aset kripto dan pemahaman trader terhadap instrumen derivatif.
Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn menyatakan, “Kami ingin volume perdagangan Futures Bittime dapat tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama. Kami melihat peluang pertumbuhan yang besar di pasar Indonesia, terutama seiring semakin banyak trader yang mulai memahami Futures dan potensinya sebagai bagian dari strategi perdagangan mereka,” ujar Ryan dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Optimisme ini muncul setelah acara peluncuran yang dihadiri sekitar 150 peserta, termasuk pengguna VIP, trader, key opinion leader (KOL), komunitas, dan mitra institusional. Diskusi dalam acara tersebut mengupas tuntas perkembangan pasar futures di Indonesia, karakteristik Bittime Futures, strategi perdagangan, serta pentingnya manajemen risiko.
Ryan Lymn melihat pasar futures Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan. Proyeksi ini sejalan dengan perkembangan pasar derivatif aset kripto secara global, di mana data CoinMarketCap menunjukkan perdagangan derivatif menyumbang sekitar 79% dari total volume perdagangan aset kripto global.
Sementara itu, pasar aset kripto domestik juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto Indonesia mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, naik 24,2% secara bulanan. Jumlah investor kripto pun telah menembus lebih dari 22 juta.
Momentum pertumbuhan pasar domestik ini menjadi peluang bagi Bittime untuk memperbesar kontribusi produk derivatif dalam ekosistem bisnisnya. Layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital ini resmi diluncurkan pada 15 Juli 2026 setelah memperoleh izin dari PT Central Finansial X (CFX).
Bittime mengklaim sebagai pedagang aset keuangan digital pertama yang memperoleh izin melalui proses perizinan secara penuh dalam kerangka pengawasan OJK, pasca-pengaturan dan pengawasan aset kripto beralih dari Bappebti kepada OJK. Dengan hadirnya Futures, portofolio Bittime kini mencakup Spot, Staking, dan Futures.
Bittime Futures menawarkan 49 pasangan perdagangan dengan pilihan posisi long dan short, leverage hingga 25 kali, serta pilihan cross margin dan isolated margin. Pasangan perdagangan BTCUSDT-PERP dan PUMPUSDT-PERP secara konsisten menempati dua posisi teratas dalam daftar Futures Bittime. ETHUSDT-PERP, WLDUSDT-PERP, dan HYPEUSDT-PERP juga masuk dalam lima besar, menunjukkan minat trader yang mulai meluas ke sejumlah aset kripto selain Bitcoin.
Ryan menilai fleksibilitas Futures yang memungkinkan trader mengambil posisi long maupun short menjadi daya tarik utama produk tersebut. Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan volume transaksi harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan pemahaman risiko.
“Kami tidak hanya ingin mengejar pertumbuhan volume. Pengguna juga perlu memahami cara kerja Futures, termasuk risiko leverage dan pentingnya manajemen risiko. Pertumbuhan pasar harus berjalan bersama dengan edukasi dan literasi yang baik,” kata Ryan. Ia menambahkan bahwa Futures memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan perdagangan spot, terutama karena penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian.
Oleh karena itu, Bittime menempatkan edukasi sebagai bagian integral dari pengembangan produk Futures. Antusiasme peserta acara peluncuran menjadi sinyal positif terhadap meningkatnya ketertarikan trader terhadap instrumen derivatif. “Kami melihat antusiasme yang sangat positif dari peserta. Banyak yang tidak hanya tertarik pada peluang Futures, tetapi juga ingin memahami bagaimana menggunakannya secara lebih bertanggung jawab,” pungkasnya.
