IDstar dan Tencent Cloud Bersinergi Percepat Adopsi Cloud di Indonesia

0
6
IDstar dan Tencent Cloud Bersinergi Percepat Adopsi Cloud di Indonesia
CEO IDstar, Ferdinand Prasetyo (Kiri) dan Anson Hu, Tencent Indonesia Country Manager (Kanan) menjalin kolaborasi untuk mengakselerasi transformasi cloud di Indonesia (FOTO: IST)

IDstar, perusahaan konsultan Teknologi Informasi (IT) di Indonesia, memperkuat kolaborasi strategis dengan Tencent Cloud. Langkah ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan transformasi cloud perusahaan-perusahaan di tanah air.

Melalui kerja sama ini, IDstar akan memperluas kapabilitasnya dalam menyediakan layanan migrasi cloud (cloud migration) dan layanan cloud terkelola (managed cloud service) bagi pelanggan korporat. Dukungan teknologi dari Tencent Cloud menjadi kunci dalam menghadirkan solusi yang lebih komprehensif.

Untuk merealisasikan proyek ini, IDstar mengerahkan hampir 200 profesional IT yang terdiri dari project manager, cloud architect, engineer, hingga tim quality assurance dan testing. Proses migrasi akan dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa fase, disesuaikan dengan kebutuhan implementasi skala enterprise.

CEO IDstar, Ferdinand Prasetyo, menyatakan bahwa kolaborasi ini dibangun atas dasar kesamaan visi untuk membantu pelanggan memaksimalkan pemanfaatan teknologi yang memberikan dampak bisnis nyata. “Melalui kombinasi kapabilitas Tencent Cloud di bidang cloud dan AI dengan pengalaman IDstar dalam konsultasi, implementasi, otomatisasi, dan managed services, kami berharap dapat membantu lebih banyak perusahaan di Indonesia mempercepat transformasi digital dan adopsi AI dengan lebih percaya diri,” kata Ferdinand dalam keterangan persnya, Jumat (21/8/2026).

Kolaborasi ini telah diimplementasikan melalui keterlibatan IDstar dalam proyek migrasi cloud untuk salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Dalam proyek tersebut, IDstar dipercaya sebagai implementor untuk mendukung migrasi berbagai aplikasi dan workload penting ke platform Tencent Cloud.

“Proses migrasi juga mencakup penyesuaian sistem dan integrasi agar perpindahan ke cloud baru dapat dilakukan secara terencana dengan tetap menjaga kelangsungan operasional bisnis,” ujar Ferdinand menjelaskan.

Ke depan, Ferdinand menambahkan, kedua perusahaan akan terus melanjutkan kolaborasi berdasarkan kebutuhan pelanggan. Fokus utama adalah pada layanan cloud migration dan managed cloud service, terutama di sektor telekomunikasi, BFSI (Banking, Financial Services, and Insurance), manufaktur, dan segmen enterprise lainnya.

“Peluang pengembangan layanan seperti CDN, AI, dan infrastruktur cloud juga akan terus dieksplorasi sesuai dengan kebutuhan implementasi di lapangan,” tutup Ferdinand.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini