IHSG Ditutup Menguat di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Sanksi Baru Iran

0
9
IHSG Ditutup Menguat di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Sanksi Baru Iran
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 24,1 poin atau 0,37% ke level 6.525,6 pada penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026). Penguatan ini didorong oleh sejumlah saham unggulan, terutama yang masuk dalam indeks LQ45.

Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) tercatat menguat 4,7%, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 3,9%. Selain itu, lima saham berhasil mencapai Auto Rejection Atas (ARA), yaitu CSMI, PACK, NINE, IBOS, dan NAYZ. Saham-saham lain yang masuk dalam jajaran top gainers juga menunjukkan lonjakan harga signifikan, berkisar antara 15% hingga 34%, termasuk saham CSMI dan BLUE.

Secara keseluruhan, dari 332 saham yang mengalami kenaikan, 314 saham turun, dan 317 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa hari itu mencapai Rp 17,05 triliun. Mayoritas sektor saham ditutup menguat, dengan sektor barang baku memimpin penguatan sebesar 0,62%. Sektor infrastruktur menyusul dengan 0,47%, diikuti sektor keuangan 0,32%, sektor barang konsumen primer 0,23%, sektor perindustrian 0,15%, dan sektor energi 0,14%.

Di sisi lain, sektor kesehatan mengalami pelemahan terdalam sebesar 0,88%, diikuti sektor transportasi 0,48%, sektor teknologi 0,46%, sektor properti 0,18%, dan sektor barang konsumen non-primer 0,09%.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa pergerakan bursa regional Asia yang positif tampaknya dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Jepang dan antisipasi pertemuan komite China. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur S&P Global Jepang menunjukkan peningkatan menjadi 55,1 pada Agustus 2026, menandai delapan bulan berturut-turut ekspansi aktivitas pabrik dan merupakan pertumbuhan terkuat sejak April.

Sementara itu, harga minyak dunia memperpanjang kenaikannya seiring persiapan Amerika Serikat untuk memberlakukan sanksi ekonomi baru yang luas terhadap Iran. Ketegangan antara kedua negara terkait Selat Hormuz belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II 2026 tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang tinggi. NPI pada periode tersebut mencatat defisit sebesar 0,9 miliar dolar AS, jauh lebih kecil dibandingkan defisit 9,1 miliar dolar AS pada triwulan I 2026.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus harga minimum Rp 50. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar, serta menghilangkan distorsi perdagangan saham berharga rendah yang dikeluhkan investor.

Saham dengan Cuan Terbesar

Pada perdagangan hari ini, sebanyak lima saham memberikan keuntungan paling besar bagi investor dengan kenaikan harga mencapai 15% hingga 34% dalam sehari. Saham-saham tersebut antara lain PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang melesat 34,6% menjadi Rp 167, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) yang melonjak 23,8% menjadi Rp 182, dan PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) yang naik 17,07% menjadi Rp 96.

Selanjutnya, saham PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) meningkat 16,9% ke level Rp 179, dan PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) terangkat 15,8% menjadi Rp 2.780.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami pelemahan signifikan. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) longsor 12,3% ke Rp 570, PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) ambles 8,72% ke Rp 157, dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) jatuh 7,94% ke Rp 2.320.

Saham PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (AEGS) terkikis 6,9% menjadi Rp 40, sementara PT Ikapharmindo Putramas Tbk (IKPM) turun 6,6% ke Rp 198.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini