JAKARTA – Meskipun kondisi pasar berfluktuasi, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terus menarik minat investor asing. Pada perdagangan Kamis (20/8/2026), tercatat adanya aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing senilai Rp 2,72 miliar untuk saham emiten rokok ini.
Saham GGRM ditutup menguat 0,50% ke level Rp 20.225. Perdagangan saham ini melibatkan 564,2 ribu lembar dengan frekuensi transaksi mencapai 1.279 kali, menghasilkan nilai transaksi total Rp 11,37 miliar.
Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, GGRM secara akumulatif mencatatkan net buy dari investor asing sebesar Rp 424,5 miliar. Performa harga sahamnya pun turut terangkat, dengan kenaikan mencapai 20,39% selama periode yang sama.
Kinerja Keuangan Unggul di Kuartal II 2026
Stockbit Sekuritas melaporkan bahwa Gudang Garam (GGRM) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun pada kuartal II 2026. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 13 miliar, serta naik dari Rp 1,5 triliun pada kuartal I 2026. Secara total, laba bersih selama semester I 2026 mencapai Rp 3 triliun, melampaui capaian semester I 2025 yang hanya Rp 117 miliar.
Capaian kinerja GGRM ini bahkan melampaui ekspektasi. Menurut Stockbit Sekuritas, laba bersih semester I 2026 setara dengan 77% dari estimasi konsensus untuk tahun fiskal 2026, menunjukkan performa yang luar biasa di luar perkiraan.
Faktor Pendorong Laba Bersih
Keberhasilan laba bersih pada kuartal II dan semester I 2026 didukung oleh ekspansi margin laba kotor sebesar 510 basis poin (bps) secara tahunan dan 600 bps pada kuartal II 2026, serta margin laba usaha yang meningkat 800 bps dan 830 bps. Peningkatan ini terjadi meskipun pendapatan mengalami penurunan tipis, masing-masing -1% dan -7% secara tahunan.
Ekspansi margin laba kotor terutama dipicu oleh penurunan biaya cukai yang signifikan, yaitu -12% secara tahunan pada kuartal II 2026 dan -14% pada semester I 2026. Sementara itu, peningkatan margin laba usaha ditopang oleh efisiensi pada biaya operasional (opex) yang turun -33% secara tahunan pada kuartal II 2026 dan -34% pada semester I 2026.
Stockbit Sekuritas menyoroti adanya penurunan beban karyawan sebesar -27% secara tahunan selama semester I 2026 sebagai salah satu faktor utama penekan opex. Hal ini sejalan dengan berkurangnya jumlah karyawan GGRM menjadi 21 ribu per Juni 2026, dibandingkan dengan 27 ribu pada Juni 2025.
Proyeksi Pendapatan
Terkait dengan performa top-line, Stockbit memperkirakan penurunan pendapatan lebih lanjut disebabkan oleh potensi penurunan volume penjualan. Namun, GGRM diyakini telah melakukan penyesuaian harga jual rata-rata produknya, berdasarkan analisis dari berbagai channel checks yang dilakukan.
