Laba Bank Syariah Indonesia Tembus Rp 4,15 Triliun di Semester I-2026

0
7
Laba Bank Syariah Indonesia Tembus Rp 4,15 Triliun di Semester I-2026
Seorang nasabah sedang bertransaksi di ATM BSI di Jakarta. (Investor Daily/Nida Sahara)

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,15 triliun sepanjang semester I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 10,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa salah satu pendorong utama pertumbuhan laba adalah peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee based income. Pada semester I-2026, fee based income BSI melonjak sekitar 38,6% (yoy) mencapai lebih dari Rp4 triliun. Peningkatan ini membuat rasio fee based income terhadap total pendapatan BSI menjadi 22,54%, naik dari tahun sebelumnya.

Cahyo menekankan pentingnya kontribusi pendapatan berbasis komisi di tengah kondisi likuiditas yang mengetat dan persaingan penghimpunan dana yang berpotensi menekan margin perbankan. “Di tengah situasi likuiditas yang ketat, persaingan likuiditas akan berdampak terhadap tertekannya margin perbankan. Sehingga kami beruntung dengan nasabah yang banyak serta produk-produk yang unik, baik syariah maupun produk emas BSI, bisa mendapatkan sumber revenue yang non-margin,” ujar Cahyo dalam konferensi pers kinerja BSI semester I-2026 pada Jumat (21/8/2026).

Bisnis emas menjadi salah satu kontributor signifikan terhadap pertumbuhan fee based income BSI. Pendapatan dari bisnis emas mencatat pertumbuhan sekitar 92% (yoy) pada paruh pertama 2026, didukung oleh produk gadai dan tabungan emas. Dari sisi pembiayaan, segmen emas juga menunjukkan pertumbuhan pesat, mencapai sekitar Rp30,4 triliun atau tumbuh 80,52% (yoy). Segmen ini menawarkan yield sekitar 12,4% dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) yang rendah, hanya 0,11%.

“Jadi kombinasi antara yield yang baik dengan kualitas yang bisa kita jaga pada pembiayaan berbasis emas ini menjadi salah satu keunggulan dari BSI,” tambah Cahyo. Selain bisnis emas, peningkatan transaksi digital melalui kanal elektronik BSI juga turut menopang pendapatan berbasis komisi, seiring dengan pertumbuhan penggunaan aplikasi BYOND by BSI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini