Tiga Katalis Berpotensi Dongkrak Saham DEWA ke Target Harga Rp600

0
7
Tiga Katalis Berpotensi Dongkrak Saham DEWA ke Target Harga Rp600
Ilustrasi kegiatan usaha PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (Foto: DEWA)

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menunjukkan potensi penguatan yang signifikan di tengah koreksi harga 37% sepanjang tahun 2026. Analis memproyeksikan tiga katalis utama yang dapat mendorong kinerja emiten pertambangan ini.

Samuel Sekuritas mengidentifikasi katalis pertama dari kontrak Sebuku Coal yang meliputi volume waste sebanyak 55 juta bcm dan produksi batu bara 5 juta ton. Katalis kedua adalah pengembangan tambang emas Gayo Mineral di Aceh, yang berpotensi membuka peluang rerating saham DEWA. Katalis ketiga berasal dari kontrak PT Kaltim Prima Coal (KPC) berupa pemindahan lapisan penutup sebanyak 26 juta bcm, yang diperkirakan akan mulai dibukukan.

“Berbekal ini, DEWA berada di posisi tepat untuk mencapai target laba operasional. Pembalikan kinerja akan terjadi mulai kuartal III-2026,” tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya, dikutip Kamis (20/8/2026).

Berdasarkan catatan broker tersebut, pada kuartal II-2026, pendapatan DEWA tercatat naik 8,7% secara tahunan menjadi Rp1,7 triliun. Total pendapatan semester I-2026 mencapai Rp3,2 triliun, tumbuh 3,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan melesat 110% menjadi Rp354 miliar.

Rekomendasi dan Target Harga

Samuel Sekuritas merekomendasikan buy saham DEWA dengan target harga Rp600. Target ini mencerminkan potensi kenaikan 30,4% dari harga saat riset dibuat, yaitu Rp460. Dalam periode 52 pekan terakhir, harga terendah saham DEWA menyentuh Rp210, sementara harga tertingginya mencapai Rp865.

Saat ini, market cap DEWA berada di angka Rp18,7 triliun dengan jumlah saham beredar sebanyak 40,7 miliar lembar. Porsi saham publik mencapai 54,5% dari total saham yang ada.

Namun, terdapat beberapa risiko yang perlu diperhatikan terkait saham DEWA. Ketidakpastian dari kebijakan RKAB menjadi salah satu faktor. Selain itu, potensi penundaan penganggaran proyek nikel dan kemungkinan pembengkakan net gearing juga menjadi perhatian investor.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini